Peringatan Hari Bumi (Earth Day 2010) 22 April 2010 Di MAN 2 Situbondo

Latar Belakang Bumi sejauh ini merupakan satu-satunya planet dalam sistem tata surya yang bisa didiami oleh mahluk hidup, termasuk manusia. Oksigen dan air merupakan salah satu faktor yang memungkinkan mahluk hidup bisa hidup dan berkembang biak. Di samping itu, di bumi banyak tersedia sumber makanan, baik nabati maupun hewani, yang bisa dimanfaatkan untuk kelangsungan hidup. Atmosfer yang menyelubungi juga merupakan keistimewaan yang dimiliki bumi. Lapisan-lapisan atmosfer ini mampu melindungi seluruh yang ada di bumi dari ‘serbuan’ benda-benda angkasa dan radiasi langsung sinar ultraviolet matahari.
Memperhatikan berbagai kelebihan tersebut, sudah selayaknya bumi kita jaga bersama. Kita wajib melestarikan lingkungan di sekitar kita, demi tujuan yang lebih besar, yaitu menjaga agar bumi tetap ‘hijau’ dan ‘ramah’ sebagai tempat tinggal mahluk hidup. Namun, akhir-akhir ini kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, terutama kita sebagai manusia terasa semakin terkikis. Berbagai macam bencana, misalnya banjir, tanah longsor dan kekeringan yang berkepanjangan, merupakan dampak dari aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan. Hutan ditebang hingga gundul mengakibatkan mudah terjadi banjir dan longsor. Pencemaran udara dari pembakaran bahan bakar fosil mengakibatkan lapisan ozon semakin menipis, terjadi efek rumah kaca sehingga bumi terasa semakin panas.
Hari Bumi merupakan bagian kecil dari kepedulian kita terhadap keselamatan bumi. Hari bumi merupakan refleksi kita sebagai manusia untuk semakin sadar akan pentingnya kelestarian bumi demi anak cucu kita kelak. Hari Bumi pertama kali dicetuskan oleh seorang senator Amerika Serikat bernama Gaylord Nelson pada 22 April 1970 di negaranya sendiri. Pada tahun 1990, peringatan Hari Bumi mulai berkembang secara global, termasuk Indonesia. Mengingat Indonesia, dengan hutan hujan tropisnya, merupakan salah satu ‘paru-paru bumi’ terbesar di dunia setelah hutan amazon yang dimiliki Brazil, maka sudah seharusnya kalau turut serta menjaga kekayaan alam kita ini. Di tahun 2010 ini, dalam rangka memperingati Hari Bumi, tidak ada salahnya kalau kami siswa-siswi Kelompok Ilmiah Remaja ENVIRO 09 MAN 2 Situbondo, turut serta berpartisipasi, antara lain dengan cara membuat banner-banner tentang peringatan Hari Bumi dan seruan atau ajakan untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan sekitar yang nantinya akan dipasang di sekitar lingkungan madrasah, kemudian dengan membuat majalah dinding yang berisi wujud kepedulian siswa-siswi MAN 2 Situbondo berupa puisi, fotografi atau karya dari bahan daur ulang.
Tujuan
• Berpartisipasi dalam peringatan Hari Bumi 2010
• Menggugah kepedulian semua warga MAN 2 Situbondo terhadap pentingnya kelestarian lingkungan
Dasar Pemikiran
• Program kerja KIR ENVIRO 09
• Program kerja OSIS dalam bidang karya ilmiah
Waktu dan Tempat
• Hari : Kamis
• Tanggal : 22 April 2010
• Tempat : Lingkungan MAN 2 Situbondo


Read more

FOTO REUNI ANGKATAN 2007




Read more

PROFIL MAN 2 SITUBONDO

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Situbondo adalah salah satu lembaga pendidikan tingkat atas yang usianya cukup tua di Kabupaten Situbondo. Letaknya yang cukup strategis di tengah kota menjadikannya tetap eksis hingga sekarang dan masih cukup diminati oleh masyarakat situbondo-bahkan dari luar kabupaten situbondo, meskipun MAN Situbondo-seperti juga lembaga pendidikan Islam yang lain-masih menjadi sekolah nomor dua setelah sekolah negeri. MAN Situbondo berdiri pada tahun 1964 dengan terlebih dahulu dirintis sekolah persiapan Pendidikan Guru Agama (PGA) 4 tahun ( bukan MAN seperti sekarang), setidaknya ada lima tokoh yang sangat berjasa dalam pendirian MAN Situbondo sejak masih bernama sekolah persiapan Pendidikan Guru Agama (PGA). Mereka adalah Bapak Abbas (pernah menjabat kepala Kispenda Situbondo), Wildan Sujoto (pernah menjabat Kepala Urusan Agama Situbondo) Drs. Soeparno Hamsi (pernah menjadi Guru Agama SLTP di Situbondo), KH. Chudori NR (Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Muaallimin Jl. Madura Situbondo) dan KH. Abdur Rachman (tokoh dari masyarakat waktu itu). Pada awal berdirinya, PGA Situbondo (Sekarang MAN Situbondo) masih belum memiliki sarana dan prasarana pendidikan baik fasilitas gedung maupu peralatan lain yang dibutuhkan. Ruang belajar yang digunakan hanya satu kelas dengan 40 siswa dengan diasuh dan dibina tujuh orang guru. Sedangkan kepala sekolah dijabat langsung oleh Kepala Kispenda Kabupaten Situbondo, Bapak Abbas. Berkat usaha keras Kepala Sekolah bersama masyarakat, maka keluarlah Surat Keputusan Menteri Agama RI No. 39/1965 tanggal 7 Juni 1965 tentang Penegerian Pendidikan Pendidikan Guru Agama 4 Situbondo ( PGAN 4 tahun). Barulah pada tanggal 1 Oktober 1965 PGAN 4 tahun Situbondo resmi berdiri, dengan diresmikan oleh Kepala Kantor Inspeksi Pendidikan Agama Propinsi Jawa Timur yang pada saat itu dijabat oleh Bapak R. Soedarkoun Reksoatmodjo. Sejak saat itulah PGAN 4 tahun Situbondo semakin lama semakin bertambah maju dan berkembang dan sarana dan prasaranapun semakin lengkap. Selanjutnya, pada tahun 1977 keluarlah Surat Keputusan Menteri Agama RI No. 19/1977 tanggal 16 Maret 1977 tentang Tata Kerja Pendidikan Guru Agama Negeri di seluruh Indonesia yang berlaku sejak tanggal 1 Januari 1978, yang mengatur tentang perubahan PGAN 4 tahun menjadi MTSN. Namun demikian ada sebagian kecil PGAN 4 tahun ditingkatkan menjadi PGAN saja dengan program enam tahun ( PGAN 6 tahun ), termasuk PGAN Situbondo yang ditingkatkan. Barulah pada tangga 25 April 1990 lahir Surat Keputusan Menteri Agama RI No.64/1990 tentang alih fungsi PGAN (PGAN 6 tahun) menjadi MAN Situbondo. Perubahan PGAN 6 Tahun Situbondo menjadi MAN Situbondo terhitung mulai tahun pelajaran 1992/1993 sampai sekarang. Sebetulnya sebelum manjadi MAN Situbondo, Sekolah yang saat ini memiliki 17 ruang belajar ini bernama MAN 2 Situbondo karena saat itu di lokasi yang tidak terlalu jauh dari MAN 2 terdapat madrasah yang bernama MAN 1 Situbondo sebelum sekolah yang berada di JL. Semeru tersebut dipindahkan ke Besuki. Hingga Akhirnya sejak tahun pelajaran 2003-2004 sampai sekarang MAN 2 berganti menjadi MAN Situbondo saja. Selama 41 tahun MAN Situbondo berdiri, ada 7 orang yang pernah menjabat sebagai kepala MAN Situbondo yaitu :

1. Bapak Abbas
2.Drs. Soeparno Hamsyi
3. Suatmaji, BA
4. Drs. Anies Malady
5. Drs. Ashadi
6. Drs. H. Achmad Makmur, SH
7. Drs. Adi Ariyanto, M.PdI

Tahun Berdiri : 1965
Program yang diselenggarakan :
- Formal : (IPA dan IPS
- Ekstra : Keterampilan dan kesenian
Waktu Belajar : Pagi ( 6.45 - 13.15 )
Nama : Madrasah Aliyah Negeri Situbondo
Status : Reguler
Nomor telpon/faximale : (0338)671983
Kecamatan : Panji
Kabupaten : Situbondo
Propensi : Jawa Timur
Kode Pos : 68322

Read more